Kerang dan Fosil Laut ditemukan di Pegunungan Himalaya, Bagaimana Bisa?

Mengapa Ada Kerang dan Fosil Laut di Pegunungan Himalaya? Ini Penjelasan Geologinya

Sejak abad ke 19, para Geolog mulai menemukan batuan sedimen laut beserta fosil organisme laut di bagian Himalaya, termasuk Nepal,Tibet,Ladakh dan Spiti Valley. Joseph Dalton Hooker (1849), seorang ahli botani dan penjelajah inggris yang melakukan ekspedisi ke wilayah sikkim Himalaya pada tahun 1849. Hoker menemukan batuan kapur (limestone) yang mengandung sisa-sisa organisme laut. Diduga fosil tersebut merupakan nummulites, tetapi penelitian berikutnya menunjukkan bahwa fosil itu merupakan fragmen crinoid (lili laut). nature articles

Kerang dan Fosil Laut di Pegunungan Himalaya

Beberapa ekspedisi awal melaporkan keberadaan fragmen organisme laut pada batuan di kawasan everest. Penelitian berikutnya menunjukkan bahwa batuan puncak Everest tersusun oleh formasi batu kapur yang dikenal sebagai Qomolangma Limestone.

Himalaya Dahulu adalah dasar laut Purba 

Sekitar 200 – 50 juta tahun lalu, di antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia terdapat lautan besar yang disebut samudra Tethys. Endapan Lumpur, Pasir, serta sisa organisme laut perlahan menumpuk di dasar laut dan berubah menjadi batuan sedimen.

Lempeng India bergerak ke  Lempeng eurasia

Kemudian terjadi peristiwa geologi besar. Lempeng India bergerak ke  Lempeng India bergerak ke arah utara dan bertabrakan dengan Lempeng Eurasia sekitar 50 juta tahun lalu. Karena kedua lempeng berupa kerak benua yang relatif ringan, keduanya tidak mudah menunjam ke bawah. Akibatnya terjadi pelipatan, penebalan kerak, dan pengangkatan besar-besaran yang membentuk Pegunungan Himalaya dan Dataran Tinggi Tibet. Lapisan dasar laut yang dahulu berada jauh dibawah permukaan akhirnya terangkat hingga ribuan meter di atas permukaan laut. 

Para peneliti menyimpulkan bahwa Pegunungan Himalaya terbentuk akibat terangkatnya dasar laut purba Samudra Tethys setelah tabrakan Lempeng India dan Eurasia

1. Bukti Pertama: Ditemukan Batuan dan Fosil Laut di Ketinggian Ribuan Meter

Di berbagai wilayah Himalaya—Nepal, Tibet, Ladakh, dan Spiti Valley—ditemukan:

  • batu kapur (limestone)
  • serpih (shale)
  • batuan sedimen laut
  • fosil amonit
  • fosil kerang
  • crinoid (lili laut)
  • brachiopoda

Padahal organisme tersebut hanya dapat hidup di lingkungan laut. Artinya, batuan tempat fosil itu ditemukan dulu terbentuk di bawah laut. 


2. Sebelum Ada Himalaya, Di Sana Ada Samudra Tethys

Sekitar 250-120 juta tahun lalu, wilayah yang sekarang menjadi himalaya menjadi bagian samudra Tethys (Neo-Tethys Ocean). 

Di dasar laut tersebut terjadi:

  • pengendapan lumpur
  • pengendapan pasir
  • akumulasi cangkang organisme laut
  • pembentukan batuan sedimen selama jutaan tahun

Ketebalan endapan laut yang tersimpan di wilayah Tethys Himalaya bahkan mencapai lebih dari 10 km pada beberapa lokasi penelitian.

3. India Bergerak Sangat Cepat ke Utara

Lempeng India awalnya terpisah dari Gondwana lalu bergerak ke arah utara. Penelitian tektonik modern menunjukkan kecepatan pergerakan India pernah mencapai sekitar 18 cm per tahun sebelum tumbukan besar terjadi. Selama pergerakan itu, kerak samudra Tethys mulai masuk ke bawah Eurasia (subduksi) sehingga laut makin menyempit. 

4. Tabrakan India–Eurasia Mengangkat Dasar Laut Menjadi Pegunungan

Sekitar 65–50 juta tahun lalu, India akhirnya bertabrakan dengan Eurasia.

Karena kedua lempeng merupakan kerak benua yang relatif ringan, keduanya tidak tenggelam jauh ke mantel.

Akibatnya:

a. Kerak tertekan dan terlipat

Lapisan sedimen laut yang sebelumnya horizontal mulai tertekuk.

b. Kerak menebal

Kerak bumi di bawah Himalaya menjadi jauh lebih tebal dibanding rata-rata kerak benua.

c. Terjadi pengangkatan vertikal

Lapisan dasar laut naik ribuan meter. Penelitian stratigrafi menunjukkan perubahan bertahap dari endapan laut menjadi endapan daratan pada zona tumbukan, yang menjadi bukti tertutupnya Samudra Tethys dan dimulainya pembentukan Himalaya.

Researchgate

5. Himalaya Sampai Sekarang Masih Terus Naik

Proses ini belum selesai. Data GPS modern menunjukkan Lempeng India masih bergerak ke arah utara beberapa sentimeter per tahun sehingga Himalaya masih mengalami pengangkatan dan deformasi hingga sekarang.

Karena itu wilayah Himalaya termasuk salah satu kawasan dengan aktivitas gempa paling tinggi di dunia.

Nature article

Kesimpulan

Fosil laut di Himalaya bukan berarti laut pernah naik ke puncak gunung. Yang terjadi justru sebaliknya:

Dasar laut purba Samudra Tethys terangkat ke atas akibat tumbukan Lempeng India dan Eurasia selama puluhan juta tahun hingga berubah menjadi Pegunungan Himalaya yang kita lihat sekarang.

sciencedirect

lihat article lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *